Beranda / NASIONAL / Pengakuan Dugaan Korupsi Bawaslu Mesuji, Ketua Dewan Adat Kutuk Korupsi Bawaslu Mesuji

Pengakuan Dugaan Korupsi Bawaslu Mesuji, Ketua Dewan Adat Kutuk Korupsi Bawaslu Mesuji

MESUJI LAMPUNG, (86korupsi.com) Dugaan korupsi 6 bulan aktif pengawas Pilkada Tahun 2024, muncul fakta baru yang mengejutkan publik dimana dengan waktu yang sangat singkat sekretariat Bawaslu Mesuji menyerap anggaran lebih dari 7,8 miliar rupiah yang diserap Bawaslu Kabupaten Mesuji(13/07/25)

Sedangkan pengawas Kecamatan hanya bekisaran 1.6 Miliar dibagi 7 Kecamatan seKabupaten Mesuji kurang lebih berkisaran Rp. 250 juta lebih ke atas selama 6 Bulan tahapan setelah pemilu.

Menurut keterangan sekretariat di Kecamatan kami jenuh capek dan takut dipanggil terus oleh Kejaksaan Negeri Mesuji, Padahal uang anggaran belanja kami tidak lebih dari di bawah Rp. 300.000.000, sedangkan Kabupaten setelah pengembalian mereka menghabiskan Rp. Lebih dari 7.8 Miliar tegasnya.

Senada dengan Kecamatan lainnya, Kalau mau bongkar korupsi jelas itu nyata dikabupaten saya ini menjadi sekretariat itu sejak adanya pesta demokrasi. tetapi yang kami rasakan tidak sepahit ini, anggaran kerja pengawasan kami pun mereka kebiri kelola Kabupaten, bisa dilihat penyerapan ahir kami dibagi 20 desa jelas siapa yang korupsi,Ko Kecamatan yang di periksa.

Seruan Kecamatan lain sebagai komisioner Kecamatan, dari jajaran Kecamatan sebagai pengawas di wilayah kecamatan bila ada kerugian negara kami siap mengembalikan ucapnya.

Tetapi tolong secara profesional dan transparan kami minta bongkar tuntas uang hibah 7,8 miliar lebih yang di habiskan korsek dan jajaran komisioner Bawaslu Kabupaten Mesuji, karena jelas semuaitu spj bukti transaksi di edit dan buian asli itu buatankami bersama sama sesuai RAB, bahkan . Sebutnya tidak mau disebutkan nama

Sebenarnya kami seirama dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Mesuji berkali-kali itu kami dimentori oleh andre sebagai kordinator sekretariat Bawaslu Mesuji, katanya tenang aja semua sudah terukur, bilang saja pengakuan dosanya sedikit.

Kepala Marga Adat masyarakat Mesuji Drs. H. Hairi Sinungan kutuk gratifikasi dugaan korupsi Bawaslu yang mencoreng martabat Mesuji Lampung.

Hairi Sinungan sebagai Kepala Marga Mesuji akrab juga disapa oleh keluarga besar dan masyarakat Mesuji dengan nama “Djugal” yang diambil dari nama leluhur beliau “Pangeran Djugal” kerajaan Kayu Agung, Pilkada 2016-2017
Dilaksanakan dengan pola yang sama, pengawas pemilu dikasih hibah 4.9 M, pengembalian kurang lebih 500 juta, publik merasa puas.

Dan kami sangat prihatin terhadap korupsi yang di Lembaga Bawaslu Mesuji apalagi sudah digeleda, disegel, bahkan masuk seluruh pusat informasi mancanegara, kok bisa sudah jelas siapa yang mengelola uang, siapa yang membelanjakan uang, siapa yang diamanakan oleh negara, siapa yang menikmatinya, sumber yang besar jelas kenapa cari yang kecil itukan jadi terlihat aneh pungkasnya.

Apa perlu kami ikut membantu bonkar korupsinya dimana dari 9 (sembilan) kepala susukan/kampung tua Mesuji dibawahi oleh Kepala Marga Djugal Hairi Sinungan ini antara lain: Wiralaga (Kampung tertua), Sungai Sidang, Sungai Cambai, Sungai Badak, Nipah Kuning, Sri Tanjung, Kagungan Dalam, Talang Batu, Labuhan Batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *